Cinta Budaya Negeri Sendiri sejak Dini SD AL MA’SOEM GELAR HARI MEMBATIK
Acara yang diawali dengan penjelasan umum tentang seni batik hingga teknik membatik yang didemonstrasikan langsung oleh perajin batik, yang didatangkan langsung dari sentra batik di Tasikmalaya ini, benar-benarmenumbuhkan antusiasme siswa untuk mengenal lebih jauh tentang seni batik dan menumbuhkan gairah untuk mencoba membuat motifl atau corak batik yang baru dan tidak sekedar meniru. Alhasil beberapa motif atau corak batik khas anak-anak, paduan dari objek yang mereka kenal-sehari-hari dengan garis-garis lentur khas batik, menjadi pemandangan yang unik dan lucu.
“Acara ini kami gelar tidak lain tujuan utamanya adalah mengenalkan seni batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Dengan dikenalkannya seni batik kepada anak-anak usia dini, diharapkan tumbuh rasa memiliki dan kecintaan pada diri anak-anak terhadap seni batik yang khas dan bernilai tinggi ini. Untuk selanjutnya diharapkan anak-anak, yang kelak menjadi generasi penerus bangsa, memiliki semangat untuk melakukan upaya-upaya demi kelestarian seni batik,” demikian ungkap Kepala SD Al Ma’soem, Drs. Rony Hermansyah, ketika ditanya seputar tujuan kegiatan ini.
Aktivitas anak-anak membatik, memang tidak dilakukan di atas kain dengan menggunakan canting, pewarna dan lilin yang tentu saja memerlukan biaya cukup mahal selain diperlukannnya keterampilan membatik yang harus sudah terlatih., tetapi dilakukan di atas kanvas dengan menggunakan kuas dengan pewarna dari cat akrilik. Hal ini tidak mengurangi antusiasme anak-anak untuk mencoba mengeksplorasi kreatifitas karena memang semua siswa diberi kebebasan untuk membuat motif atau corak yang mereka sukai Hasilnya muncullah motif batik spongebob, sawah, gunung, bunga, mobil hingga pesawat terbang, dan benda-benda lain yang dekat dengan dunia anak-anak lainnya, bahkan ada yang memadukan motif batik dengan kaligrafi tulisan arab, yang lucu dan unik khas anak-anak.
Sebagai penghargaan, karya-karya siswa yang dianggap terbaik selanjutnya dipajang di area pameran karya siswa untuk dinikmati oleh siapa saja yang mencintai seni batik.
“Daya imajinasi anak-anak memang luar biasa, ketika mereka diberi ruang dan kebebasan maka yang muncul adalah karya-karya yang tidak terbayangkan sebelumnya. Mudah-mudahan ini menjadi jembatan pengembangan pribadi yang luhur untuk kemajuan bangsa di masa depan” demikian Drs. Rony Hermansyah, menutup pembicaran.
